Sabtu, 20 April 2019

Tebak Jenis Laporan keuangan

Dalam Perbankan syariah jenis lap keuangan apakah ini


?

Sabtu, 23 Februari 2019

Tradisi Keilmuan Barat yang Menginspirasi Islam ?

Pembahasan mengenai zaman keemasan peradaban Islam dan Barat sering kali diwarnai perdebatan tentang siapa mempengaruhi siapa. Satu pendapat mengatakan bahwa, Islam maju karena terinspirasi karya-karya klasik Yunani. Yang dimaksud dengan karya klasik Yunani adalah pemikiran dan ide-ide Plato, Socrates, Aristoteles, Archimides dll. Penganut pendapat ini mengatakan Islam "berhutang" pada peradaban Yunani kuno. Hutang-hutang itu diklaim karena pada masa kejayaan Islam sekian banyak buku-buku Yunani klasik diterjemahkan ke bahasa Arab. Pendapat yang lain mengatakan, justru Islam maju tanpa bantuan tradisi keilmuan Yunani. Bahkan, kemajuan Islam membuat karya-karya klasik bangsa Yunani dipopulerkan kembali dan dihidupkan kembali. Dari uraian tersebut, saya tidak akan masuk ke arena perdebatan. Saya akan fokus pada tradisi keilmuan yang menjadi pondasi para intelektual Yunani klasik yaitu filosofi.

Bila filosofi adalah suatu bidang ilmu maka bidang ilmu yang tertua adalah filosofi. Apabila filosofi adalah suatu sikap hidup manusia untuk memuaskan rasa ingin tahu, untuk mengolah ketidak-tahuan menjadi lebih tahu, maka filosofi telah ada sejak manusia pertama hadir di muka bumi. Filosofi sendiri dari bahasa berarti pecinta pengetahuan; "philo" artinya pengertian atau pengetahuan, sedangkan "sofia" artinya cinta atau kesenangan.

Keingin-tahuan bangsa Yunani pertama adalah asal-usul alam semesta. Apakah alam semesta ini ada yang menciptakan ? Apakah alam semesta ini sudah begini keadaannya dari dahulu kala? Atau bahkan alam semesta ini muncul dari ketiadaan ? Dua kemungkinan terakhir tadi bertolak belakang dan sama-sama di luar logika manusia. Kemungkinan pertama : Bagaimana mungkin ada sesuatu yang tak berawal dan tak berakhir. Tak berawal artinya tak ada perubahan. Bagaimana mungkin bumi dan alam yang senantiasa berubah secar dinamis ini berasal dari sesuatu yang statis, mandeg dan tidak dinamis ? Kemungkinan kedua yaitu muncul dari ketiadaan juga amat mustahil, bagaimana mungkin sesuatu tiba-tiba ada. Ketiadaan sendiri adalah kondisi yang amat absurd. Apa yang kita anggap kosong dan hampa dalam ilmu fisika misalnya, minimal ada ruang dan atom-atom yang berkeliaran. Big Bang sekalipun, meskipun baru secara teori, tidak muncul begitu saja. Ada fenomena atau kondisi awal yang memungkinkan adanya Big Bang. Misalnya, menurut teori multi-verse (alam semesta jamak), Big Bang muncul karena adanya "unsur dasar" dua alam semesta yang berinteraksi. Kemudian menurut teori lain, Big Bang muncul karena sifat unsur atom, seperti elektron yang bisa berada di satu tempat kemudian tiba-tiba hilang dan telah berada di lain tanpa melalui proses pergeseran atau bergerak menempuh ruang dan waktu.

Tradisi keilmuan Yunani tidak hanya mengenai perenungan alam semesta. Tradisi keilmuan mereka juga berkaitan dengan biologi, sastra, mitologi, etika hingga politik. Istilah-istilah politik era Yunani kuno terus dipakai oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia sampai sekarang. Istilah-istilah itu misalnya, politik, demokrasi, state, legislasi, legislatif dll. Dalam bidang biologi, klasifikasi binatang dan tubuh manusia telah dilakukan oleh Aristoteles. Dia juga yang menulis "Nichomachean Ethics", buku mengenai etika, perilaku, budi pekerti (virtue), persahabatan dan keadilan secara mendalam dan detail.

Ini hanya sejumput kisah mengenai Yunani kuno yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Rentang waktu yang sungguh sangat lama. Dengan belajar ini kita menjadi tahu akar dan alam pikiran bangsa barat. Semoga kita makin paham dengan budaya dan alam pikiran barat yang pada akhirnya kita pun bisa menemukan alam pikiran kita sendiri - Indonesia, negara khatulistiwa yang berada di timur.

Sabtu, 09 Februari 2019

Trik Mudah Menghafal


Mengingat dan menghafal merupakan hal yang penting bagi mahasiswa, pelajar, orator, pembawa acara, penceramah, dokter, guru dan banyak profesi lainnya. Pekerjaan-pekerjaan di atas memerlukan kemampuan menghafal dalam level yang berbeda-beda. Menghafal memang bukan skill utama profesi-profesi di atas, namun kemampuan mengingat atau menghafal yang baik akan membuat mereka menonjol diantara saingan atau rekan kerja yang lain.

berikut tips menghafal menurut memoripedia :
  1. Sediakan waktu untuk menghafal, karena waktu adalah elemen utama pada menghafal.
  2. Pengulangan, apapun yang diulang akan meningkatkan daya ingat pada memori jangka pendek dan bahkan bisa disimpan pada jangka panjang.
  3. Gunakanlah waktu yang tepat, biasanya orang banyak yang gagal dalam menghafal karena tidak tahu kapan waktu yang tepat. Waktu yang tepat adalah ketika sebelum fajar terbit hingga matahari mulai narik.
  4. Perhatikan Kondisi Psikis, bila tidak mood dapat mengakibatkan hilangnya hafalan kita.
  5. Buatlah akrostik, akronim, loci, chunking, hal ini dapat mempermudah menghafal dan mengurangi beban otak
  6. Jangan berlebihan, jangan memforsir diri karena akan menyebabkan buyar atau blank
  7. Konsep adalah kunci utama, mengerti tentang apa yang akan kita hafal akan memudahkan kita dalam menghafal.
  8. Gunakan konsep visual, auditori atau kinestetik, menggambarkan hafalan dengan sesuatu benda, memberikan nada tertentu pada kata-kata tertentu, memberikan gestur tertentu pada kata-kata tertentu

Jumat, 28 Desember 2018

Karakter Seorang Ekonomis a.k.a Ahli Ekonomi


Di Indonesia, kalau kita baca suasana dan popularitas orang-orang yang sering muncul di televisi, sudah pasti ekonom kalah jauh daripada politisi. Bahkan bila sang politisi itu adalah ekonomi, orang lebih paham bahwa beliau adalah politisi.

Siapakah dan bagaimanakah karakter ekonomis atau ahli ekonomi itu ? Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya kita lihat dulu apa itu ekonomi.

Di SMA atau SMP, ekonomi kita ketahui sebagai ilmu mempelajari bagaimana mencari keuntungan. Hampir semua orang akan ingat bahwa ekonomi adalah aktifitas dimana orang mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan seminimal mungkin. Ekonomi lebih dari itu, karena perekonomian bukan hanya persoalan individu orang-per-orang namun juga bagaimana sebagai negara, nilai rupiah Indonesia kuat dan stabil, pengangguran kecil, ekspor lebih seimbang dengan impor dll.

Solusi dari tema dan permasalahan di atas, sesungguhnya ada rumusnya; sebagaimana berdagang pun ada rumusnya, yaitu beli Rp 1.000, dijual Rp 1.300. Nah, masalah rupiah, pengangguran dan ekspor pun ada rumusnya. Hanya saja karena keterbatasan ruang tidak dapat saya jelaskan secara memadai. Yang penting dari ilustrasi di atas adalah ekonomi dan perekonomian menyangkut kepentingan individu dalam skala pribadi hingga skala negara.

Maka, karakter pertama seorang ekonom adalah dia seorang yang berhati-hati karena keputusan dan kebijakannya bisa berpengaruh negatif kepada semua orang atau paling tidak berpengaruh negatif kepada sebagian orang dan berpengaruh positif kepada orang lain. Dalam setiap perumusan solusi atas permasalahan ekonomi akan ada sisi positif dan sisi negatif yang harus siap ditanggung. Bahasa kerennya trade-off<\bold>. Silakan googling apa yang dimaksud dengan trade-off dalam konteks perekonomian, maka anda akan sedikit lebih pintar daripada "ahli ekonomi" tanpa harus kuliah ekonomi.

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya akan berikan contoh ilustrasi imajinatif tentang trade-off :
"Indonesia ingin menekan impor, dengan tujuan agar neraca perdagangan luar negeri Indonesia berimbang. Sementara ini, impor hampir lebih tinggi 50% daripada ekspor. Caranya adalah dengan meningkatkan bea impor, agar permintaan terhadap barang impor tersebut turun dan impor pun turun. Sayangnya, barang substitusi yang diproduksi di dalam negeri belum tersedia. Sementara, mayoritas produk impor adalah produk setengah jadi yang dibutuhkan industri. Sehingga, peningkatan bea impor pada akhirnya akan memberatkan konsumen. Pada kondisi seperti inilah "jual-beli" antara kepentingan dan sentimen nasionalisme dihadapkan kepada kepentingan industri dan konsumen secara kesuluruhan. Seorang ekonom harus berada di dua kutub tersebut dan mengambil kesimpulan dan keputusan yang sebisa mungkin menimbulkan efek negatif hanya pada sebagian kecil pihal.

Minggu, 19 Agustus 2018

Ekonomi dan Ilmu Ekonomi (bagian 1)

Ekonomi adalah kata yang sudah terlalu sering kita dengar dan bisa jadi anda bertanya-tanya kenapa kita bahas kata ini lagi. Bukankah Indonesia akan melaksanakan pemilu tahun depan (2019) dan atlet-atlet Indonesia tengah berjuang keras di Asian Games lebih menarik dan populer dibahas ? Kalau mau jujur, dua tema itu berpengaruh pada kita hanya "beberapa saat". Pemilu akan menentukan hidup bangsa Indonesia pada beberapa sisi, selama 5 tahun ke depan (setelah 2019). Sedangkan Asian Games akan sedikit-demi sedikit ditinggalkan di koran, pasar dan obrolan warung kopi setelah beberapa bulan. Sedangkan ekonomi telah kita urusi sejak bapak-bapak kita belum lahir. Ekonomi menjadi urusan yang menentukan hidup kita sekarang, 10 tahun ke depan, 20 tahun ke depan bahkan sampai anak keturunan kita.

Ekonomi adalah ilmu sosial. Karena ilmu sosial, ekonomi adalah ilmu tentang perilaku manusia. Lebih tepat lagi, ekonomi adalah ilmu tentang manusia. Manusia memang dapat kita perhatikan, kita pelajari, kita intervensi dan bahkan kita pengaruhi perilakunya. Namun, untuk memahami ekonomi dan ilmu ekonomi, pengetahuan tentang pola pikir, kecendrungan, kebiasaan dan bahkan ideologi seseorang sangatlah membantu. Dari sini, dapat kita lihat bahwa prinsip, asumsi dan teori ekonomi ada dibalik cerita tentang jenis dan rasa minuman yang kita nikmati pagi ini, ia ada juga dibalik mengapa anda bekerja di tempat anda bekerja sekarang, bahkan ada pada pertimbangan anda memilih pasangan hidup.

Kebanyakan orang memahami ekonomi adalah ilmu tentang bagaimana memaksimalkan profit saja. Ada juga yang berpikir ekonomi adalah usaha manusia untuk menekan pengorbanan dan memperbesar keuntungan. Tak sedikit juga orang yang berpikir bahwa pebisnis sukses dan pedagang sukses adalah orang yang paham ekonomi secara praktik karena secara praktek mereka mampu meraih tujuan dari aktifitas ekonomi. 

Ketahuilah, seorang ekonom sejati akan nampak seperti pawang hujan, peramal, detektif legendaris Sherlock Holmes atau intel tanggung Jason Bourne. Dalam suatu adegan film, Jason Bourne duduk di cafe. Dalam waktu 5 detik dia mampu mengidentifikasi kemampuan beladiri, jenis pekerjaan dan apa yang di pikiran para pengunjung kafe hanya dengan memperhatikan gerak tubuh mereka. Atau film Lone Ranger, dimana sang protagonis mampu mendeteksi arah angin, kecepatan angin dan kapan hujan akan turun hanya dengan membasahi ibu jari dan mengangkatnya ke udara. 

Jadi, ekonom sejati akan bisa memahami apakah Indonesia sedang krisis hanya dengan jajan di warteg. Ia dapat memahami tingkat inflasi hanya dengan ngobrol satu dua kata dengan penjual sayur di perempatan komplek. Bahkan, berdasarkan menurut Milton Friedman, kita bisa tahu kapan ekonomi suatu negara akan jatuh hanya dengan mengetahui berapa persen margin keuntungan produk-produk yang dijual di pasar.

Oleh karena itu, pembelajar utama ekonomi dan ilmu ekonomi adalah pemerhati sosial dan orang-orang yang perduli dengan keadaan masyarakat secara umum. Pada umumnya, yang perduli dan concern dengan keadaan sosio-ekonomi masyarakat umum adalah mentri-mentri dan petugas pemerintahan lainnya. Hal-hal seperti di paragraf sebelumnya, bukanlah usaha untuk mencari untung. Hal-hal seperti itu bertujuan untuk mengecek apakah masyarakat secara sosio-ekonomi "baik-baik saja" dan kalau tidak apa yang harus dilakukan. Sementara, kalau anda ingin belajar dagang dan bisnis yang benar, pergilah ke sekolah bisnis - bukan sekolah ekonomi.

bersambung..  

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons