Rabu, 12 Agustus 2009

SOLUSI ISLAM DALAM KONSERVASI ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

ISLAM DALAM KONSERVASI ALAMMuqadimah

Alam dan lingkungan hidup tidak terpisahkan dari manusia. Dan peran manusia adalah sebagai sosok yang memakmurkan bumi termasuk memelihara alam dan lingkungan hidup.

Secara ekonomis alam dan lingkungannya sangat berharga dan penting. Telah banyak dicatat kerugian yang diakibatkan kerusakan alam dan lingkungan, baik secara langsung seperti permbalakan liar (ilegal logging), maupun tidak langsung seperti sedimentasi di waduk ataupun bendungan yang membuat PLTA tidak beroperasi sehingga menurunkan daya listrik. Pada kondisi tertentu keadaan ini mengakibatkan pemadaman bergilir yang akhir-akhir ini sering terjadi. Dalam skala yang lebih luas, bumi terancam oleh pemanasan global dan efek rumah kaca yang dapat menenggelamkan pulau-pulau dan kota-kota tertententu di dunia.

Berbagai tindakan telah dilakukan oleh negara-negara di dunia. Dalam Konverensi Tingkat Tinggi tentang lingkungan hidup di Kyoto, Jepang beberapa kesepakatan telah dicapai untuk mengurangi emisi setiap negara. Namun, Amerika Serikat tidak ikut menandatangani perjanjian penurunan emisi tersebut. Sebuah arogansi yang untuk kesekian kalinya ditampakkan.


Dalam khasanah ilmu pengetahuan barat, konservasi merupakan cabang dari ilmu yang disebut ekologi. Ekologi berasal dari akar kata yang sama dengan ekonomi, yaitu oikos (rumah tangga). Sehingga ekologi adalah ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup, yaitu mengenai hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan benda-benda mati disekitarnya. Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan hidup adalah kewajiban, yaitu sebagai salah satu kewajiban manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Sehingga menjaga lingkungan hidup bukan hanya didorong oleh pertimbangan ekonomis semata. Di sinilah perbedaan pandangan hidup Islam dengan
yang lain.


Institusi Konservasi Alam Dalam Islam


  1. Hima’


Hima’ adalah kawasan hukum dimana dilarang untuk diolah dan dimiliki seseorang (pribadi), sehingga ia tetap menjadi wilayah yang dipergunakan bagi siapapun sebagai tempat tumbuhnya padang rumput dan tempat mengembalakan hewan. Al Mawardi dalam Al Ahkaamus-sulthaaniyah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menetapkan suatu tempat seluas 6 mil menjadi hima’ bagi kuda-kuda kaum muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar.


Menurut As Suyuti dan para fuqoha, sebuah kawasan dapat menjadi hima’ dengan empat syarat, yaitu :


  1. berdasarkan keputusan pemerintah


  2. Dibangun
    berdasarkan ajaran Allah SWT – untuk tujuan-tujuan yang berkaitan dengan kesejahtraan umum


  3. Tidak
    boleh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat sekitar


  4. Harus
    mewujudkan manfaat yang nyata bagi masyarakat


Maka, hima’ adalah istilah yangpaling tepat untuk mewakili istilah daerah konservasi dalam Islam.

Berdasarkan kekhususannya ada 5 jenis Hima’ :


  1. Wilayah
    dimana menggembalakan hewan tidak diperbolehkan

  2. Wilayah
    dimana menggembalakan hewan diperbolehkan hanya pada musim tertentu

  3. Wilayah
    perlindungan lebah; menggembalakan hewan dilarang pada musimbunga/semi

  4. Wilayah
    hutan; dilarang menebang pohon

  5. Wilayah
    suaka lingkungan untuk daerah/komunitas tertentu (kota, desa, dusunatau suku tertentu), misalnya hutan kota, hutan adat dll


Hima’ – yang telah diakui oleh FAO – memiliki ukuran berbeda-beda. Hima’ Al-Rabadha, yang dibangun
oleh Khalifah Umar ibn Khatan dan kemudian diperluas oleh Khalifah Utsman, adalah salah satu yang terbesar. Membentang dari Ar Rabadhah di barat Najd hingga ke daerah sekitar kampung Dariyah. Pada tahun 1965 ada kurang lebih 3000 hima’ di Arab Saudi. Sebagai peninggalan Islam, sampai sekarang banyak hima’-hima’ di Arab Saudi yang masih memiliki keanekaragaman hayati dan habitat-habitat biologi penting.


  1. Iqta

Iqta merupakan lahan (garap) yang dipinjamkan oleh negara kepada para investor atau pengembang dengan pernjanjian kesanggupan untuk mengadakan reklamasi (perbaikan lahan yang digarap). Oleh karena itu dalam menggarap Iqta, harus ada jaminan tanggung jawab dan keuntungan baik untuk investor penggarap maupun untuk masyarakat sekitarnya.

Apabila penggarap telah membangun lahan tersebut menjadi produktif, maka dia tidak bisa memindahtangankan lahan tersebut kepada orang lain. Apabila lahan tersebut selama 3 tahun ditelantarkan, maka penguasa negara bisa mencabut hak pakai penggarap lahan dan mengalihkannya kepada pihak lain yang ingin menghidupkan tanah tersebut. Lahan yang digunakan untuk Iqta adalah lahan yang di dalamnya tidak ada kepentingan umum, misalnya sumber daya air, kepentingan ekosistem dan tidak menimbulkan masalah baru bagi daerah sekitar pada masa penggarapan. Dalam kawasan tersebut juga harus dipastikan tidak terdapat sumber daya mineral atau keuntungan umum lain yang seharusnya dikuasai oleh pemerintah untuk kemaslahatan orang banyak.

  1. Harim

Harim adalah lahan atau kawasan yang sengaja dilindungi untuk melestarikan sumber-sumber air. Harim dapat dimiliki atau dicadangkan oleh kelompok atau individu ataupun kelompok.Biasanya harim terbentuk bersamaandengan keberadaan ladang dan persawahan, tentu saja luas kawasan ini berbeda. Di dalam sebuah desa, harim dapat difungsikan untuk menggembalakan hewan ternak atau mencari kayu bakar. Akses masyarakat ke tempat ini pun dimudahkan; dapat ditempuh tidak lebih dari satu hari pada hari yang sama. Yang penting dalam harim ini adalah adanya kawasan yang masih asli (belum dirambah), tidak dimiliki individu namun menjadi hak milik umum. Pemerintah dapat mengadministrasikan atau melegalisasi kawasan ini untuk keperluan bersama.

Pada era Turki Utsmani harim digunakan untuk menunjukkan suatu area (di sekitar rumah) yang terlarang bagi laki-laki asing (untuk memasukinya). Kata harim sendiri berarti suatu hal yang pribadi, sangat dihormati dan dimulyakan.


Ihya al-Mawat


Tanah sebagai unsur lingkungan paling mendasar mendapat perhatian lebih dalam Islam. Semangat menghidupkan (Ihya) kawasan mati/tidak produktif (al mawat) merupakan anjuran kepada setiap muslim untuk mengelola lahan supaya tidak ada kawasan yang terlantar.
Menghidupkan di sini termasuk juga menjaga dan memelihara kawasan tertentu untuk kemaslahatan umum dan mencegah bencana. Semangat menghidupkan lahan ini penting sebagai landasan untuk memakmurkan bumi. Tentu saja pemerintah dan perundang-undangan harus akomadatif dalam mengelola dan menerapkan peraturan pemilikan lahan secara konsisten.


Daya Dukung Lingkungan

Sumber daya alam yang ada sebenarnya telah disediakan oleh Allah SWT lebih dari cukup untuk semua makhluk di muka bumi, termasuk manusia. Namun, berbagai pelanggaran dan ketamakan membuat sumber daya yang ada rusak dan tidak terdistribusikan dengan baik sehingga tidak bisadimanfaatkan dengan adil dan maksimal. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dalam memanfaatkan sumber daya alam yang adatermasuk air, hutan, tanah, minyak dan gas dll.

Daya dukung lingkungan terhadap semua bentuk aktifitas manusia mestid iperhatikan. Daya dukung lingkungan adalah total potensi lingkunganyang dapat dimanfaatkan untuk aktifitas produktif. Misalnya, penggunaan tanah sebagai lahan penggembalaan seperti terlihat pada gambar 1, menunjukkan bahwa daya dukung lingkungan yang baik akan tercapai pada tingkat penggunaan lahan sebesar 30 % - 70 % dari keseluruhan potensi yang ada.



Dalam diagram 1, daya dukung lingkungan bisa digunakan hingga 100 %. Namun, bila digunakan maksimal hingga 100 % (Q1) maka kualitas lingkungan akan menjadi sangat buruk, karena lahan habis untuk penggembalaan, tidak ada saluran pengairan, putusnya rantai makanan karena species yang homogen dan akhirnya keseimbangan ekosistem pun rusak. sebaliknya. Sementara bila potensi lingkungan yang digunakan
terlalu sedikit maka lahan yang ada tidak memberikan manfaat maksimal. Oleh karena itu, penggunaan potensi lahan hingga 50 % dipandang sebagai pemakaian maksimal. Dengan toleransi kerusakan yang maksimal yaitu pada angka 1.


Penutup


Syariat Islam mempunyai bentuk-bentuk dasar dan semangat konservasi yang jelas. Beberapa prinsip di atas dapat digunakan dalam usaha konservasi lingkungan dalam payung syariat Islam. Dewasa ini masalah konservasi lingkungan berkaitan dengan berbagai persoalan yang kompleks. Oleh karena itu, 3 institusi tadi harus didukung oleh konsistensi pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi yang adil, karena lingkungan selalu jadi korban ketika ekonomi masyarakat terpinggirkan. Peran politik dan penegakkan hukum juga tidak boleh ditinggalkan, terutama ketika harus menekan perusahaan-perusahaan multinasional untuk memenuhi kewajiban mereka memperbaiki lahan dan lingkungan yang telah mereka eksploitasi.


-----*-----

Daftar Pustka
Al Mawardi. 2000. Al Ahkaamus-sulthaaniyah wal-wilaayatud-diiniyah. Terj. Jakarta. Gema Insani Pers

Soerjani, Mohammad. 1987. Lingkungan: Sumber Daya Alam dan

Kependudukan dalam Pembangunan. Jakarta. UI Pers


Majalah

Mangunjaya, Fachrudin Majeri. Lingkungan Hidup dan Konservasi Alam
dalam Perspektif Islam. Majalah Islamia Vol. III No. 2







Bagian I : Nicolo Machiavelli

Nicolo Machiavelli bisa disebut sebagai “The Child of Renaisans” (anak zaman Renaisans). Ia dilahirkan di Italia, tepatnya di kota Florence pada tahun 1467. Ayah Machiavelli adalah seorang ahli hokum bernama Bernardo Machiavelli. Bernardo adalah seorang pengagum sejarah masa-masa klasik Yunani dan Romawi. Tak heran Bernardo akrab dengan karya-karya klasik Cicero seperti Phillipus, On Moral Obligation dan The Making of an Orator, serta membaca History karya Livius. Di kemudian hari karya Livius ini menjadi kerangka dasar pemikiran dan argumentasi karya monumental Machiavelli, The Prince.

Pada umur 6 tahun Machiavelli telah mulai belajar bahasa latin. Machiavelli pada umur 12 tahun, belajar ilmu-ilmu kemanusian kepada Paulo Ronsiglione. Di bawah bimbingan Ronsiglione inilah pada umur 14 tahun Machiavelli sudah mampu menulis karangan dalam bahasa latin menggunakan metode humanis standar meniru gaya-gaya penulisan klasik.

Menjelang dewasa Machiavelli kuliah di Universitas Florence. Di sana ia mempelajari karya-karya klasik kepada Marcelo Adriani. Di kemudian hari hubungan baik antara Machiavelli, ayahnya dan Adriani menjadi factor penting naiknya Machiavelli memangku jabatan sekretaris di negaranya.

Pada usia 25 tahun Machiavelli menjadi saksi hidup perjuangan seorang politikus moralis, Girolamo Savonarola. Sosok Savonarola dipandang sebagai sosok yang alim, memiliki reputasi dan otoritas cemerlang serta menguasai berbagai disiplin ilmu, khususnya filsafat. Sosoknya yang kharismatis memukau Machiavelli muda. Sayang, ketegaran dan fanatisme politik Savonarola mengahadapi penguasa tiran Italia menemui kegagalan. Dan Machiavelli menjadi saksi hidup peristiwa itu. Termasuk peristiwa penangkapan, penyiksaan dan eksekusi - dengan dibakar inkuisisi gereja atas perintah Paus Alexander VI atas tuduhan hendak mendirikan Negara teokratik demokratik mengkritik kehidupan mewah dan korup Cosimo de Medici serta dianggap menyebarkan ajaran sesat. Peristiwa ini mempengaruhi Machiavelli dan menyadarkannya bahwa mereka yang bersenjata akan dapat menaklukan mereka yang tidak bersenjata.

Karier Politik Machiavelli

(bersambung di bag II)

Selasa, 11 Agustus 2009

AC Manullang: ''SBY didukung CIA''

Menurut mantan Direktur Bakin, AC Manulang, AS sudah mempersiapkan SBY jauh hari untuk jadi presiden. AS bahkan mengrim 60 ribu Intelijen CIA ke Indonesia Hidayatullah.com--Mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin), AC Manulang mengatakan, Amerika Serikat (AS) telah jauh-jauh hari menyiapkan calon presiden (capres) dari militer untuk menjadi presiden. Termasuk Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Karena itu, pemilihan presiden secara langsung yang untuk kali pertama digelar di Indonesia, tak lepas dari campur tangan Amerika Serikat (AS). Melalui agen intelijennya, CIA, AS ingin agar presiden Indonesia mendatang berasal dari purnawirawan militer. Demikian analisa yang disampaikan pengamat intelijen, AC Manullang.

Menurut mantan Direktur Bakin ini, capres berlatar militer dianggap mampu menjalankan grand strategy global AS, yaitu memberantas terorisme. "Sipil dianggap tidak mampu menindak tegas kelompok Islam radikal, yang oleh Amerika disebut sebagai geng teroris di Indonesia," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Manullang menambahkan, pada pemilu presiden putaran pertama lalu, CIA dihadapkan pada dua pilihan yang imbang, yaitu Jenderal (Purn) Wiranto dan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya dianggap memahami grand strategy global AS tersebut. Namun belakangan, sebelum masa pencoblosan 5 Juli lalu, Wiranto lebih cenderung mendekati kelompok Islam garis keras. Karena itu, akhirnya CIA mendukung SBY.

"Kenapa Wiranto nggak didukung CIA? Dia itu dekat dengan kelompok Islam, yang oleh Amerika dicap sebagai separatis. Kita lihat hasil pemilu di Pesantren Al-Zaytun, lalu hasil musyarawarah para habib dan kiai dari FPI dan MMI di Gedung Joeang beberapa pekan sebelum pemilu presiden. Jelas sekali, mereka menolak SBY dan mendukung Wiranto. Ini semua dilaporkan anggota CIA ke CIA Pusat di Amerika. Lalu pimpinan CIA menginstruksikan agar Wiranto jangan didukung," ujarnya.

Dengan demikian, tambah Manullang, siapa yang harus didukung CIA sudah jelas, karena tinggal satu calon. Megawati tidak mungkin, karena dianggap telah gagal menjalankan misi CIA. Amien Rais pasti tidak akan didukung CIA, karena dianggap salah satu pimpinan Islam garis keras. Sedang Hamzah Haz, tak pernah masuk pilihan karena pasti tidak akan menang. "Jadi Amerika itu sudah mempersiapkan SBY sejak jauh-jauh hari untuk jadi presiden," katanya.

Ditanya apakah dukungan CIA itu diketahui SBY atau Jusuf Kalla, Manullang mengatakan, CIA tidak perlu komunikasi langsung dengan orang yang didukungnya. Namun, lanjut dia, siapapun yang dinilai mampu memahami apa yang diinginkan AS dalam menjalankan misinya, pasti didukung. "Kerja mereka sangat rapi dan sangat rahasia," kata Manullang.

Doktor sosiologi politik lulusan Universitas Mainz Jerman ini yakin, sebenarnya siapapun yang didukung CIA pasti akan memenangkan pemilu di Indonesia.

Alasan dia, kerja AS sangat profesional. Untuk menjalankan misinya di Indonesia, CIA telah menyusupkan 60 ribu intelijennya di Indonesia sejak sebelum pemilu legislatif lalu. Mereka adalah warga Indonesia yang telah mendapatkan pendidikan intelijen di luar negeri. Karena itu, keberadaannya sulit dikenali. "Soal ini kan pernah diakui oleh KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, bahwa ada sekitar 60 ribu intelijen asing di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Manullang menilai, siapapun capres yang didukung CIA pasti akan memenangkan pemilu presiden putaran kedua. "Siapa yang akan jadi presiden Indonesia ke depan, sebenarnya namanya sudah ada di tangan Amerika. Kan mereka yang men-setting. Bahkan bukan hanya Indonesia, CIA juga berperan dalam suksesi kepemimpinan nasional di beberapa negara di dunia," ujarnya.

Setelah itu, masih menurut Manullang, presiden yang didukung CIA akan dikendalikan oleh AS. Jika sesudah terpilih mengkhianati AS, mereka tak segan-segan menembak mati bahkan menghancurkan negaranya. "Lihat Usamah bin Ladin atau Saddam Hussein. Sebelum berkuasa, mereka kan didukung Amerika. Saat melawan Rusia, Afghanistan mendapat suplai senjata dari Amerika. Perusahaan Usamah kerja sama dengan Amerika. Karier politik Saddam hingga dia terpilih jadi presiden, juga karena dukungan Amerika," ujarnya.

Karena itu, tegas Manullang, siapapun yang jadi presiden mendatang, rakyat harus bersatu mendukungnya. "Sebab, hanya persatuan dan kesatuan rakyat yang mampu membendung misi Amerika di Indonesia. Jangan sampai Indonesia di-Iraq-kan," ujarnya memberi pesan.

Indikasi dukungan AS terhadap salah satu capres, sebenarnya sejak beberapa waktu lalu sudah muncul ke permukaan. Amien Rais dalam wawancaranya dengan majalah Gatra, mengatakan kekalahan dirinya dalam pilpres putaran pertama antara lain karena yang dihadapi adalah kekuatan raksasa. Ketua Umum PAN itu mengaku memperoleh banyak informasi otentik bahwa AS membekingi salah satu capres. "Mereka sudah menjalin kerja sama cukup matang. Saya menyadari bahwa yang saya hadapi tidak main-main," kata Amien. (Suara Karya/cha)

Membasmi Pornografi Dengan Insektisida Demokrasi

“……Di Indonesia rata-rata terjadi 5 sampai 6 orang perempuan diperkosa perhari dan di Amerika Serikat berdasarkan angka statistik nasional 683.280 orang pertahun perempuan diperkosa (Buku Islam the Choice of Thinking Women). Adapun Penelitian di Ontario Kanada membuktikan 77% dari pelaku sodomi dan 87% pemerkosa perempuan mengaku menonton secara rutin bacaan dan tontonan porno. (Thomas Bombadil; British National Party) – Republika, 29/5/1994.”

Dus….perdebatan pro kontra terhadap RUU APP membuat kita orang merasa perlu untuk angkat bicara. Konon katanya, menurut kita orang persoalan pornografi dan pornoaksi bukan lagi menjadi permasalahan individu sekedar di kamar tidur, di atas kasur, di bawah selimut atau sebatas di balik celana dalam, tetapi telah menjadi permasalahan sosial masyarakat yang dapat ditemui hampir di setiap ruang dan waktu : TV, Koran, Tabloid, Internet, Casing Handphone, Screen saver, Poster di Balik Pintu, Binder Kuliah, Bungkus Nasi, Aquarium, - bisa jadi nanti - ada di map absensi, di balik KHS atau di kaos OKFE ( tapi jangan diharapin ya…. …..!) dsb…..
Berbicara tentang pornografi tidak akan terlepas soal rangsangan birahi dan kemolekan tubuh perempuan (man version). Termasuk bagaimana meluruskan logika kita tentang rangsangan birahi. Kebutuhan nafsu birahi berbeda dengan keinginan seseorang akan kebutuhan terhadap suatu benda yang lain. Ketika orang dihadapkan dengan sebongkah emas milik orang lain, tentu tidak semua orang memberikan reaksi yang sama. Bagi orang yang tidak pernah mempunyai emas tentu ia sangat berkeinginan untuk memiliki emas itu dan bisa jadi keinginan untuk merampoknya sangat tinggi, tetapi ketika seorang yang kaya raya yang di rumahnya memiliki banyak bongkahan emas dan jumlahnya jauh lebih besar dari emas yang ada di hadapannya itu tentu orang tersebut tidak begitu tertarik dan bahkan menganggapnya sebagai hal biasa. Lain halnya dengan persoalan birahi, -misalnya-ada seorang gadis cantik nan molek telanjang aduhai di depan kita orang (….waktu mengetik tulisan ini….ihhhh mesum..!) tentu akan memberikan “getaran” yang sama pada setiap lelaki (kecuali yang homrenk….!). Tak peduli lelaki itu sudah punya istri atau tidak, bahkan seandainya istrinya ada 4 dan lebih cantik pun kita orang yakin lelaki itu akan terangsang. Karena apa………?
Karena rangsangan birahi adalah kebutuhan naluriah/instingtif (gharizah) yang terdapat pada diri setiap manusia normal. Fakta membuktikan naluri ini akan aktif ketika ada rangsangan dari luar dirinya. Mustahil seorang laki-laki normal yang melihat tiang listrik di jalanan kemudian terangsang untuk bersenggama dengan perempuan, lain halnya ketika laki-laki menonton film porno, melihat majalah bugil, atau menatap wanita telanjang tentu rangsangan birahi pasti ada, bukan soal ngeresnya otak laki-laki yang lantas harus disalahkan, tetapi pikiran ngeres itu timbul karena memang adanya rangsangan dari luar. Oleh karena itu se-ngeres-ngeresnya pikiran laki-laki tak mungkin terangsang dengan tiang listrik. Apakah iya ketika lelaki normal melihat gadis perempuan seksi telanjang di kolam renang atau di pinggir pantai tidak terangsang….? (kita orang sih pasti terangsang…!) Jadi sangatlah beralasan untuk mengurangi efek pornografi maka harus dikurangi hal-hal yang dapat menimbulkan rangsangan birahi tersebut.
Dalih bahwa permasalahan bangsa misalnya masalah ekonomi jauh lebih penting dari sekedar masalah pornografi atau moral, dan harus diselesaikan dulu masalah ekonominya, ternyata fakta berkata lain. Negara yang sudah terbukti sebagai negara mapan secara ekonomi pun (misalnya AS) justru memiliki permasalahan moral dan pornografi yang kacau termasuk maraknya perkosaan atau pun free sex (lihat data di atas). Artinya masalah ekonomi memang penting tapi tidak menjadi alasan untuk kemudian meremehkan masalah moral dan tidak ada bukti bahwa mapannya perekonomian dengan sendirinya akan meningkatkan kualitas moral tanpa adanya suatu aturan main yang jelas dan sifatnya mengikat, (kecuali kita memang menempatkan moralitas ditempat rendah atau tong sampah…..).
Terkait dengan peran pemerintah dalam mengatur moralitas rakyatnya, tentu kita tidak bisa menganut sebuah teori –misalnya Teori Negara Penjaga Malam- dengan mengabaikan tujuan dan visi-misi negara itu. Bagaimana pun juga kita sudah tahu bahwa negara Indonesia bukanlah negara tanpa tujuan. Ada tujuan luhur yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dan Dasar Negara Pancasila yang salah satunya yaitu mewujudkan masyarakat yang beradab. Lalu kalau tanggung jawab moral hanya dibebankan kepada pemuka agama atau pemimpin adat, lalu dimana peran negara dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa ini. Ya sudah kalau sekedar formalitas, kita buang saja Pembukaan UUD itu ke tong sampah. (…eh nggak ding…takut dipenjara…!). Padahal kita semua paham negaralah yang dengan perangkat hukumnya memiliki kekuatan strategis dalam merekayasa masyarakatnya. Jadi buat apa ada perangkat hukum kalau permasalahan yang ada di masyarakat diabaikan dan pemerintah lepas tangan. Kecuali kalau kita memang menempatkan moralitas ditempat rendah atau tong sampah, maka negara tidak usah ikut campur dan mari kita kampanyekan “Moralitas Selera Gue” ( bisa disingkat MSG….biar mudah dihapal bagi kita orang yang tertarik)
Satu hal yang perlu dicermati secara cerdas tentang RUU APP ini, yang sering menimbulkan adanya persepsi yang tidak cerdas bahkan bagi mahasiswa sekalipun (mungkin sebagai bukti cacat intelektualitas) yaitu persepsi picik “kacamata kuda” yang menjustifikasi RUU APP ini sebagai Islamisasi, Talibanisasi, Arabisasi, Wahabisasi dll. Padahal dalam soal pornografi dan pornoaksi Islam sudah memiliki batasan yang jelas : Perempuan hanya boleh menampakkan wajah dan kedua telapak tangannya dan Laki-laki boleh menampakan seluruh tubuhnya kecuali bagian tubuh antara Pusar sampai lutut). Dus …..tidak perlu kompromi dan perdebatan kalau kita mengacu kepada ajaran Islam. Sedangkan dalam Draf RUU APP aturan Islam sama sekali tidak dilirik….kutu kupret…!Apalagi Taliban yang sudah diperkosa Amerika karena Pornopolitik Amerika yang tidak memiliki etika sebagai bukti bahwa ternyata Amerika pun yang katanya Arjuna Demokerasi malah menjadi Durjana Demokerasi….Membunuh Demokerasi dengan mengatas namakan demokerasi.
Oh iya, konon katanya banyak TKW Indonesia yang diperkosa di Arab Saudi padahal wanitanya berpakaian tertutup, kita orang jadi bingung : yang tertutup aja diperkosa apalagi yang terbuka…? Di apain ya…? Oh iya mungkin naluri/instink kejantanan orang arab beda apa ya….?
Kita orang akan mendukung Pornografi dan Pornoaksi dan akan menolak RUU APP kalau selama satu minggu ke depan : di BUSER, PATROLI, TIKAM, SERGAP dan TKP benar-benar bersih dari Berita Perkosaan, Pencabulan, Pelecehan atau Perselingkuhan.

Matur Nuhun nggih. Maaf kalo ada yang tersinggung, terganggu, tertabrak, dengan tulisan ini. Maklum lagi belajar nulis, konon katanya suka banyak yang salah. Sudilah kiranya para pembaca untuk memberikan masukan yang konstruktif untuk perbaikan di masa yang akan datang. Amin……………Salam kita orang. (21/05/06)

NB (Nambah) : Kayane Judule gak nyambung …..ya ?!
Untuk edisi blog, judul sudah diganti. Judul asli "Membasmi Pornografi dengan Pupuk Pornoaksi"
Biaz Community CP : 085232955602

MID NIGHT THOUGHT

Sejenak aku terkenang saat pertama masuk ke kampus. Aku bukan siapa2. Memang aku tahu; aku harus meneruskan apa yang telah kulakukan di SMU, namun aku tak tahu mengapa harus seperti itu. Mungkin itu dogma. Dogma yang benar. Dogma dari Alloh SWT, A LOT OF THANK'S FOR THAT GIVT

Tak pernah terbayang bahwa suatu saat nanti mungkin, aku harus memerankan diri sebagai seorang yang mengorbankan waktu, uang, perasaan, hoby, cita2, kecintaan bahkan nyawa sekalipun pada sesuatu yang AGUNGNYA tak pernah terbayangkan. Tak pernah terbersit bahwa, ada kemungkinan ketika aku harus memberikan segala yang kusuka, kucinta, kudambakan, kunanti, kujaga, kusayang, kucari, kulindungi, kuimpikan, kusimpan, kusembunyikan, kuhargai, kubanggakan ... pada sesuatu yang aku sendiri tak pernah bisa tahu seberapa MULYANYA.Tak pernah terbayangkan bahwa, ada yang harus lebih kuperjuangkan daripada sekedar menghemat jatah uang satu bulan. Tak pernah terpikir bahwa, ada yang sesuatu yang harus lebih kupikirkan daripada sekedar memperbagus penampilan di depan lawan jenis. Tak pernah aku mengira bahwa, ada sesuatu yang harus lebih kupertahankan daripada sekedar pujian teman, tetangga, dosen bahkan ortu. Tak pernah aku memperkirakan bahwa, ada yang harus lebih aku serukan daripada sekedar teriak "Hidup Mahasiswa !" atau "Gantung Koruptor kelas kakap !" Tak pernah aku meyakini bahwa, untuk memperjuangkan cita2 besar ternyata bisa dimulai dari pertanyaan kecil seperti "Eh, kamu sudah solat belum ?" atau membaca buku ringan macam "Mengapa Harus Pacaran ?". Tak pernah terbersit dalam hati aku akan punya keluarga yang mempunyai cita dan keyakinan yang sama sehingga tak akan pernah merasa nyaman ketika cita dan keyakinan itu belum diperjuangkan bersama-sama. Tak pernah aku berkeinginan menjadi orang yang bercita-cita untuk menjadi “terkorban”, padahal itu adalah cita2 para pejuang sejati.

Itulah Ridho Alloh, sebuah "pengakuan" yang menjadi muara setiap gerak, langkah dan nafas setiap yang hidup.

Itulah Kehidupan Islami, alam di mana Ridho Alloh melingkupi segala sesuatu sehingga keikhlasan ibarat samudra, Iman adalah bumi, amanah adalah hujan , kasih sayang dalam ukhuwah adalah langit, amalan soleh adalah manusia, memberi adalah sungai, syariat adalah gunung2 dan burung-burung yang terbang adalah nasehat.

Sejenak aku beranjak mendekati cermin dan kemudian lirih berkata, “Bantu, jaga dan awasi aku dalam perjuangan ini, ya Alloh.”

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons