Minggu, 01 Desember 2013

Industri dan Seksualitas

Tulisan ini terinspirasi dari buku berjudul “No More Nice Guys” karya Robert Glover. Hugh Hefner, kakek tua pendiri Playboy. Seksualitas adalah salah satu hal mendasar kehidupan manusia. Kita lahir ke dunia karena adanya potensi seksual pada orang tua kita. Tanpa potensi ini, ras manusia akan mandeg, tak berkembang dan terancam kepunahan. Kita juga harus bersyukur karena potensi ini oleh Allah SWT diberi “pemanis” berupa fungsi rekreatif. Maksudnya, di dalam potensi seksual manusia ada rasa nikmat, relaksasi, rekreatif, menyenangkan dan (kadang) membahagiakan/menentramkan. Kalau tidak – lagi-lagi – ras manusia mungkin tak akan berkembang sebanyak sekarang.  Namun, industri telah mendramatisir seksualitas. Maka lahirlah, industri...

Minggu, 10 November 2013

Konflik dan Teori Konspirasi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; ...

Senin, 04 November 2013

PILAR-PILAR SPIRITUALITAS EMHA AINUN NADJIB

Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; ...

Jumat, 01 November 2013

Yours Forever

Hak yang paling asasi konon hak asasi manusia. Amerika sejak 1700an telah menjamin hak itu lewat The Declaration of Independence. Salah satu perumusnya adalah Thomas Jefferson. Kalau di Indonesia, Thomas Jefferson itu Soekarno. Dalam deklarasi itu negara menjamin hak untuk hidup, hak berpendapat dan hak memperjuangkan hidupnya (bebas bekerja dan memiliki sesuatu). Kalau ada yang salah dari hak-hak itu tolong dikoreksi. Maklum, terakhir baca sejarah Amerika waktu SMA. Mungkin inilah perbedaan paling mendasar antara manusia dan binatang. Manusia memiliki free-will (kebebasan memilih) karena punya konsep ego (ke-akuan). Sedangkan binatang hanya memiliki naluri. Dia tidak sadar ke-akuan-nya. Bagi binatang; lapar ya makan, ada...

Sabtu, 26 Oktober 2013

Display

Tadi malam jalan-jalan ke halaman sosial media beberapa kawan. Saya terkaget-kaget melihat “tembok” seorang kawan terpampang gambar wajahnya secara demonstratif, clear dan fokus. Sebelum itu, “tembok”nya hanya berisi gambar-gambar karakter kartun idolanya. Ada apa ini?  Hal biasa? Mungkin saya saja yang berpikir terlalu jauh. Facebook dan twitter adalah keniscayaan zaman. Roda zaman yang tak ada rem-nya. Siapa pun mungkin telah teramat sulit untuk membendungnya. Kecuali anda presiden, maka anda bisa mem-blok media-media sosial itu dari negeri ini, sebagaimana yang terjadi di Cina. Dua dekade yang lalu tak terbayangkan ada media semacam ini. Ngobrol lewat telepon saja – waktu itu – sudah merupakan gaya hidup yang wah. Keasyikan dan kenikmatan berkumpul dan bersenda-gurau...

Pages 381234 »
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons