Senin, 27 September 2010

Tata Negara

Bangga juga diri ini kemarin belajar mu’awin tafwidh. Bangga karena apa yang aku bahas dengan teman-teman hampir mirip dengan pembahasan dan masalah yang saat ini sedang ramai di negeri ini, yaitu kasus Yusril Ihza Mehendra yang dijadikan tersangka. Dalam konteks tanggung jawab dan pengangkatan Menteri (dalam kasus ini Yusril) dan Mu’awin sama-sama diangkat oleh pemimpin negara dan pertanggung-jawabannya di kembalikan ke pihak yang mengangkat; dalam hal ini Presiden dalam konteks negara modern dan Khalifah dalam konteks ke-Khilafahan. Dalam kasus Yusril, ia di sangkakan melakukan kesalahan ketika menjadi menteri. Dengan memakai logika bahwa menteri adalah pembantu presiden, bisa juga presiden dikait-kaitkan dengan kebijakan yang...

Rabu, 22 September 2010

Harapan Untuk Kapolri Baru

Jabatan Kapolri menjadi seperti seorang gadis yang hendak dipinang. Kebahagian terbayang dan menjadi harapan bangsa Indonesia dan SBY - sebagai tetua adat yang akan meminta izin pada wali sang gadis, juga mengharapkan kebahagian yang sama. Sayangnya jabatan yang dipinang belum jelas benar kualitasnya. Bukan karena dia tidak cantik, bukan karena dia tidak cerdas dan bukan pula karena dia tidak sehat tetapi karena dia akan dinikahkan dengan suami yang sulit diatur.Kalau boleh saya pakai kalimat roman atau novel, jabatan Kapolri itu seperti kekasih yang dibenci sekaligus di rindu. Polisi sementara ini tetap menjadi harapan masyarakat, karena setiap tiba musim mudik jalanan harus diatur sedemikian rupa agar tidak macet. Polisi juga diperlukan karena angka kriminalitas masih tinggi, mulai dari...

Senin, 13 September 2010

Negara Ketidakpastian

Oleh JAKOB SUMARDJODI Indonesia orang harus hidup dalam ketidakpastian-ketidakpastian. Hitungan matematika tidak berlaku di Indonesia. Hukum tertulis adalah dunia maya bagi orang Indonesia. Harga karcis bioskop kelas atas, di suatu kota berbeda dengan kota yang lain. Ganti presiden ganti kementerian-kementerian. Ganti menteri, ganti sistem. UUD 45 boleh tetap dipakai, tetapi lembaga-lembaga kenegaraan tidak sama sejak 1945 sampai 2005.Indonesia adalah sebuah bengkel besar, main bongkar pasang setiap sebuah rezim berkuasa. Tidak ada yang namanya tradisi modern Indonesia. Tradisi modern Indonesia adalah dekonstruksi terus-menerus. Kapan akan berakhir? Sampai orang Indonesia capai main bongkar-bongkaran. Sampai orang menyadari pentingnya suatu sistem yang agak permanen. Ibarat membangun Rumah...

Senin, 06 September 2010

Gaya Kepemimpinan Presiden Kita Dalam Segelas Air

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Tulisan ini tidak hendak menilai pribadi masing-masing presiden. Ini hanya mengulas gaya kepemimpinan. Bisa jadi gaya kepemimpinan mereka bukan cerminan sifat personal masing-masing presiden. Maksud saya adalah, kalau...

Pages 381234 »
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons